Wikipedia Search

Rabu, 14 April 2010

Pertolongan Pertama Pada Penderita Epilepsi ( Ayan )

Ayan, atau epilepsi dalah serangan mendadak kepada seseorang dalam bentuk kejang dan kemudian tidak sadarkan diri. Hal ini disebabkan adanya impuls elektrolit yang tidak wajar dalam otaknya, karena sesuatu yang belum bisa terjabarkan.

Keadaan ini tentunya membuat orang disekitarnya kaget dan bereaksi menjauh. Jangan!!. Segera berikan pertolongan karena keterlambatan pertolongan dapat berakibat fatal pada penderita.

Ada dua jenis serangan yang terjadi pada penderita, yaitu : Grand mal atau serangan besar dan petit mal atau serangan kecil/ringan.

GRAND MAL


Dalam keadaan ini penderita tiba-tiba jatuh ke lantai (yang dapat menyebabkan cedera) kejang-kejang kemudian berangsur-angsur berkurang, melemah dan akhirnya tertidur. Bahaya serangan ini antara lain :

Luka, perhatikan posisi jatuh apakah ada patah tulang, luka terbuka dan berdarah, apakah ada benturan kepala yang cukup keras dan dapat mengakibatkan gegar otak, atau terkilir dan memar.

Tersedak oleh muntahannya sendiri karena pada saat serangan biasanya penderita mengeluarkan air liur yang banyak dari dalam mulutnya kadang-kadang disertai muntahan.

Terpotong lidah, Kekejangan yang terjadi dapat menyebabkan rahang terkatup rapat dan menggigit lidah.

Tindakan yang pertama dilakukan adalah amati posisi jatuh, bila tidak ada luka balikkan atau miringkan posisi badannya agar tidak tersedak, gigitkan sendok atau gumpalan serbet agar lidah tidak tergigit, jauhkan benda-benda yang membahayakan dari sekitarnya, jauhkan dari sungai, danau, atau laut. Yang terpenting adalah jangan menahan gerakan kejangnya, hal ini dapat menimbulkan cedera otot atau tulang pada penderita. Setelah serangan menghilang, biarkan dia tertidur tanpa terganggu, bila mungkin bawalahke RS untuk pemeriksaan lebih lanjut.

PETIT MAL


Pada kondisi serangan ringan penderita biasanya tidak sampai terjatuh, walaupun kehilangan seluruh kesadarannya. Berlangsung sekitar 10 - 15 detik. Penderita biasanya hanya terdiam dengan wajah kosong, dan tidak mendengar apapun. Kondisi ini akan hilang setelah usia remaja.

Tindakan pertama yang dilakukan bila terjadi serangan adalah membuat penderita nyaman dan kemudian membiarkan tertidur tanpa terganggu. Biasanya tidak memerlukan perawatan khusus, kecuali bila ada luka bawalah ke RS atau klinik terdekat untuk perawatan lebih lanjut. IndofamilyNetHealth.

0 komentar:

Poskan Komentar